DARI GORONTALO MENTAL KONSUMSI MEDIA MUSTI DIPERBAIKI

Asas kebenaran dan manfaat adalah dasar utama dalam pembuatan berita. Masyarakat hari ini wajib di didik dalam menangkap dan menerima berita agar mampu mengenali dan menghadapi hoax dan fitnah, baik itu berita maupun informasi.

Maraknya peredaran hoax dan fitnah yang kian masif harus ditangkal dengan strategi yang tak kalah agresif, yakni mengajarkan masyarakat menganalisa berita dan teknologi digital, antara lain dimulai dari lingkungan pendidikan. Mulai dari tokoh masyarakat, wartawan, mahasiswa, pemuka agama, dosen dll. harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk mendidik manyarakat dalam menuai berita.

Kita siap memerangi berita fitnah dan hoax Namun kita butuh dukungan semua pihak apalagi berita yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Saya selaku pemerhati Media berharap, media sosial seperti Facebook, watshapp, twitter, Instagram, Google dan lain-lain harus menambah SDM untuk menangani hoax dan fitnah. Agar masyarakat terdidik dengan spontan. Bisa kita bayangkan jika generasi kita di sugukan berita atau sejarah yang bohong ini bisa berdampak pada pendidikan dan eksistensi bangsa kita.

Saya sempat bertanya-tanya apakah memang ada yang sengaja membuat berita seperti ini agar negara kita tak aman sampai bubar..? Menurut penulis berita hoax atau fitnah sama halnya kita memaksakan benda terapung untuk tenggelam semakin berusaha menenggelamkan pada akhirnya akan terlihat juga kebenaran itu. Kita jangan belajar memenjarakan api dalam sekam semakin ditutup rapat akan ada saatnya kita merasakan panasnya dan kelihatan juga api itu.

Penyakit bangsa ini sama halnya penyakit individu, yang mengetahui duluan diri kita sendiri. Oleh Karenanya mari memperbaiki mental kita dalam menyebarkan dan menangkap berita. Jangan berharap kepada siapa negara ini di amanahkan, Negara ini kita yang punya bung, lewat media mari kita menjalin persatuan dan kesatuan.

Media sangat berperan besar dalam kehidupan masyarakat, media lah yang mampu membentuk pola pikir masyarakat, dan media lah yang pada akhirnya dapat membentuk perilaku masyarakat dan budaya dalam masyarakat oleh karena menjadi opinion leader dalam pempertahankan kebenaran. eksistensi berita sangatlah berat karena begitu banyaknya kepentingan dan kelompok elite yang mampu membeli berita media tersebut yang akhirnya media pun di komersilkan.

Di zaman kita sekarang ini peradaban musti di tata dan diperbaiki dengan baik, jangan karena tahta atau jabatan kita seenaknya mengeksploitasi. sifat tamak jangan dipelihara karena tidak ada obatnya selain kehancuran. Ini bukan tantangan baru buat kita jadi untuk melawan ini semua butuh gotong royong.

Mengutip perkataan Presiden pertama Ir. Soekarno, ‘kita harus menggembleng manusia Indonesia jadi manusia baru, yang punya integritas, kapasitas dan semangat gotong royong.

Dari semangat itulah kita lahir menjaga dan merawat bangsa ini, terakhir dari penulis’ fungsi media tidak sekedar informatif tapi bagaimana menjaga kontrol sosial agar masyarakat dapat belajar dari media tersebut dan terpenting idealisme media musti tetap terjaga. Akhir kata awali revolusi mental media yang benar dari Gorontalo

 

Penulis Charlie J. Pangemanan.